Rabu, 26 November 2014

Konsep Hidrologi (PAPLC)

Ditunjukan Untuk Memenuhi Mata Kuliah PAPLC (A)
Menjelaskan Konsep Hidrologi


Kelompok 3
Program D4 – Tingkat 2

Nama Anggota:
1. Aji Pratama Putra
2. Devi Arriviani
3. Fiola Fitra Helisa
4. Rahmalia Herwindani


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN JAKARTA II
JALAN HANG JEBAT III/F3 KEBAYORAN BARU JAKARTA SELATAN
TLP. 021-7397641,7397643 Fax. 62 (021) 7397769


Siklus Hidrologi/Air

Siklus air atau siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi presipitasi,  evaporasi dan  transpirasi.
Pemanasan air laut oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara terus menerus. Air berevaporasi, kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan batu, hujan es dan salju (sleet), hujan gerimis atau kabut.
Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda:
   

·       Evaporasi / transpirasi - Air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman, dsb. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, es.
·       Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah - Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.
·       Air Permukaan - Air bergerak di atas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut.
Air permukaan, baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau, waduk, rawa), dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sistem Daerah Aliran Sungai (DAS). Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap, yang berubah adalah wujud dan tempatnya. Tempat terbesar terjadi di laut.

Macam-Macam dan Tahapan Proses Siklus Air :
·  Siklus Pendek / Siklus Kecil
1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
2. Terjadi kondensasi dan pembentukan awan
3. Turun hujan di permukaan laut
·  Siklus Sedang
1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
2. Terjadi evaporasi
3. Uap bergerak oleh tiupan angin ke darat
4. Pembentukan awan
5. Turun hujan di permukaan daratan
6. Air mengalir di sungai menuju laut kembali
·  Siklus Panjang / Siklus Besar
1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
2. Uap air mengalami sublimasi
3. Pembentukan awan yang mengandung kristal es
4. Awan bergerak oleh tiupan angin ke darat
5. Pembentukan awan
6. Turun salju
7. Pembentukan gletser
8. Gletser mencair membentuk aliran sungai
9. Air mengalir di sungai menuju darat dan kemudian ke laut


Air di Alam
Air di alam sebagian besar adalah air laut. Lebih dari 97% berupa air laut sedangkan sisanya terdapat didaratan dan di atmosfer. Dari 3% air yang terdapat didaratan dan atmosfer tersebut hanya 30% yang dapat dimanfaatkan, sedang 70% tidak dapat di manfaatkan karena berupa glacier dan es. Dari 30% yang dapat dimanfaatkan tersebut berupa air sungai, danau, air tanah dan air atmosfer. Bila air laut tidak diikutkan maka urutan resevoir air dalam volume dari yang terbanyak ke volume rendah adalah
·                     Es kutub
·                     Air Tanah
·                     Air danau/sungai
·                     Air atmosfer

Es kutub merupakan persediaan air yang paling banyak tetapi tidak bisa dimanfaatkan karena lokasinya yang sangat jauh dari yang membuthkan sehingga kesulitan teknis dalam transportasi dan memerlukan biaya yang besar.

Air tanah volumenya jauh lebih besar dengan air danau dan air sungai bersama-sama sebagai resevoir. Daya tampungnya pada musim penghujan sanga besar untuk kemudian di lepaskan kembali pada musim kemarau, sehingga dengan demikian memegang peranan sanga penting dalam mengatur keseimbangan air daam tanah. Akibat diambilnya air tanah secara berlebihan adalah berkurangnya persediaan air tanah dan bisa terjadi intrusi air laut.

Air danau adalah merupakan resevoir air urutan ketiga. Pada mulanya kota dan daerah permukiman dibangun disepanjang sungai/sekitar danau dimana penduduk dengan mudah memperoleh air guna keperluan irigasi dsb.

 Air atmosfer Semua air yang berada dilingkungan kita pada saatnya akan ikut serta pada proses siklus hidrologi. Dengan demikian didalam atmosfer selalu dapat uap air dalam segala bentuknya.

Macam-macam sumber air
Sumber air bermacam-macam, ada tiga sumber air yang paling banyak ditemukan, yakni air hujan, air permukaan, dan air tanah.

1.  Air Permukaan
Air permukaan adalah air hujan yang mengalir di permukaan bumi. Pada umumnya air permukaan ini mendapat pengotoran selama pengalirannya, misalnya oleh lumpur, batang-batang kayu, daun-daun, dan sebagainya. Air permukaan dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok utama, yaitu : (1). Perairan tergenang, dan (2). Badan air mengalir.

2. Air Tanah
Air tanah merupakan air yang berada di bawah permukaan air tanah. Air tanah merupakan sumber utama, tapi bukan satu-satunya sumber air minum. Maka kelayakan air tanah tersebut menjadi persoalan utama. Air tanah adalah air yang keluar dengan sendirinya kepermukaan tanah. Mata air yang berasal dari tanah dalam, hampir tidak terpengaruh oleh musim dan kuantitas/ kualitasnya sama dengan keadaan air dalam (Totok Sutrisno, 2004).
Menurut direktorat penyehatan air Ditjen PPM dan PLP departemen Kesehatan Republik Indonesia (1997), mata air/ air tanah adalah air yang berada di dalam tanah untuk memperolehnya dengan cara menggali/ dibor atau secara alamiah keluar ke permukaan tanah (mata air).
Pada dasarnya, air tanah dapat berasal dari air hujan, baik melalui proses infiltrasi secara langsung maupun tidak langsung dari ais sungai, danau rawa, dan genangan air lainnya. Pada saat infiltrasi kedalam tanah, air permukaan mengalami kontak dengan mineral-mineral yang terdapat didalam tanah dan melarutkannya, sehingga kualitas air mengalami perubahan karena terjadi reaksi kimia. Kadar oksigen yang masuk ke dalam tanah menurun, digantikan oleh karbondioksida yang berasal dari proses biologis, yaitu dekomposisi bahan organik yang terlarut dalam air tanah.
Menurut Totok Sutrisno (2004) air tanah terbagi atas :
1. Air tanah dangkal
Terjadi karena daya proses peresapan air tanah. Lumpur akan tertahan , demikian pula dengan sebagian bakteri, sehingga air tanah akan jernih, tetapi lebih banyak mengandung zat kimia (garam-garam yang terlarut) karena melalui lapisan tanah yang mempunyai unsur-unsur kimia tertentu untuk masing-masing lapisan tanah. Lapisan tanah disini berfungsi sebagai penyaring. Air tanah dangkal ini terdapat pada kedalaman 15,00 m. Sebagai sumur air minum, air tanah ini ditinjau dari segi kualitas agak baik. Kuantitas kurang cukup dan tergantung pada musim.

2. Air tanah dalam
Air tanah dalam terdapat setelah lapis rapat yang pertama. Pengambilan air tanah dalam, tak semudah pada air tanah dangkal. Kualitas dari air tanah dalam lebih baik dari air dangkal, karena penyaringannya lebih sempurna dan bebas dari bakteri.

3. Mata air
Adalah air tanah yang keluar dengan sendirinya kepermukaan tanah. Mata air yang berasal dari tanah dalam, hampir tidak terpengaruh oleh musim dan kuantitas/ kualitasnya sama dengan keadaan air dalam.
Menurut direktorat penyehatan air Ditjen PPM dan PLP departemen Kesehatan Republik Indonesia (1997:6) mata air/ air tanah adalah air yang berada di dalam tanah untuk memperolehnya dengan cara menggali/ dibor atau secara alamiah keluar ke permukaan tanah (mata air).

4.  Air Hujan
Hujan terjadi karena penguapan, terutama air pemukaan laut yang naik ke atmosfer dan mengalami pendinginan kemudian jatuh kepermukaan bumi. Proses penguapan tersebut terus berlangsung., misalnya pada saat butiran hujan jatuh ke permukaan bumi, sebagian akan menguap sebelum mencapai permukaan bumi.
Sebagian akan tertahan tanaman-tanaman dan oleh matahari diuapkan kembali ke atmosfer. Air hujan yang sampai di permukaan bumi, akan mengisi cekungan, kubangan dipermukaan bumidan sebagian akan mengalir pada permukaan bumi (Benyamin, 1997).

Sumber air di bawah permukaan bumi
1.    Wujud di bawah tanah terutama di kawasan akuifer dan zona kedap
2.    akuifer adalah kawasan formasi geologi bawah permukaan bumi yang menampung air
3.    air bumi berada di lapirsan hidrosfer

Jenis sumber air
Berdasarkan Letak
1.                  Air Angkasa
2.                  Air Permukaan
3.                  Air Tanah

Berdasarkan terjadinya
1.                  Sumber air alami
2.                  Sumber air buatan

Air Angkasa
Air yang merupakan hasil dari proses  penyubliman awan atau uap air
Karakteristik :
  Bersifat soft water
  Bakteriologisnya lebih bagus tergantung pada tempat penampungan.
  Melarutkan Unsur yang terlarut  di udara.antara lain : O2, CO2, N2, debu dan mineral lainnya
       Kontak dgn CO2             H2CO(Hujan Asam)       Kontak dengan SO2            H2SO4    (Korosif)    Kontak dengan N2O5                  H2NO(Korosif)
       Besarnya curah hujan merupakan patokan utama dalam perencanaan penyediaan air bersih
Contoh : Air Hujan

Air Hujan
  Air hujan dapat ditampung kemudian dijadikan air minum. Tetapi air hujan ini tidak mengandung kalsium.
  Oleh karena itu agar dapat dijadikan air minum yang sehat perlu ditambahkan kalsium didalamnya.

Air Permukaan
Air yang Berada diatas permukaan tanah
Karakteristik :
           Hard water
           Cukup Mengandung mineral
           Air keruh dan kotor
           Tempat perkembangbiakan MH
           Dipengaruhi daerah yang dilewatinya
           Mudah terkontaminasi oleh aktifitas makhluk hidup
Contoh : Air Sungai, Danau, Waduk, rawa, dll

Air Sungai dan Danau
       Menurut asalnya sebagian dari air sungai dan air danau ini juga dari air hujan yang mengalir melalui saluran-saluran ke dalam sungai atau danau ini.


       Kedua sumber air ini sering juga disebut air permukaan.
       Oleh karena air sungai dan danau ini sudah terkontaminasi atau tercemar oleh berbagai macam kotoran maka bila akan dijadikan air minum harus diolah terlebih dahulu.

Air Tanah
Air yang Berada di Bawah Permukaan Tanah
Karakteristik :
       Hard water
       Mengandung Banyak mineral
       Kualitas fisik dan biologis lebih baik karena sudah mengalami penyaringan alamiah
       Dipengaruhi Kondisi geologis
Contoh : Air Sumur, mata air

Mata Air
       Air yang keluar dari mata air ini berasal dari air tanah yang muncul secara alamiah.
       Oleh karena itu air dari mata air ini bila belum tercemar oleh kotoran sudah dapat dijadikan air minum langsung.
       Tetapi karena kita belum yakin apakah betul belum tercemar maka alangkah baiknya air tersebut direbus dahulu sebelum diminum.
  
Air Sumur Dangkal
       Air ini keluar dari dalam tanah maka juga disebut air tanah.
       Air berasal dari lapisan air didalam tanah yang dangkal.
       Dalamnya lapisan air ini dari permukaan tanah dari tempat yang satu ke yang lain berbeda-beda.
       Biasanya berkisar antara 5 sampai dengan 15 meter dari permukaan tanah.
       Air sumur pompa dangkal ini belum begitu sehat karena kontaminasi kotoran dari permukaan tanah masih ada. Oleh karena itu perlu direbus dahulu sebelum diminum.

Air Sumur Dalam
       Air ini berasal dari lapisan air kedua didalam tanah.
       Dalamnya dari permukaan tanah biasanya diatas 15 meter
       Oleh karena itu sebagaian besar air sumur dalam ini sudah cukup sehat untuk dijadikan air minum yang langsung (tanpa melalui proses pengolahan).

Sumber : 
Wikipedia.com
Peaper dan Makalah Tugas di Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II, Jurusan Kesehatan Lingkungan




0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More